Tumpang Sari Semangka, Kangkung, dan Bayam

image

Tumpang Sari Semangka, Kangkung, dan Bayam

Prospek Budidaya

Semangka merupakan produk buah yang dapat dikonsumsi kapan pun dan di mana pun, termasuk salah satu buah yang memiliki peminat yang cukup tinggi. Dengan tingginya angka konsumen semangka, pelaku usaha juga manargetkan semangka untuk menjadi pangsa pasarnya, baik untuk minuman segar, pencuci mulut, maupun cemilan. Kangkung dan bayam termasuk sayuran yang amat popular dengan permintaan yang cukup tinggi dan stabil di Indonesia. Kangkung dan bayam mempunyai kandungan gizi yang tinggi, di antaranya mengandung vitamin A, B dan C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh dan kesehatan.

Potensi permintaan tiga komoditi tersebut memberikan peluang bagi Arconesia berkolaborasi dengan petani Bengkulu untuk mengembangkan sistem budidaya tumpang sari semangka, kangkong, dan bayam. Dikarenakan dalam satu lahan dapat memanen tiga komiditi sekaligus, proyeksi keuntungan sistem tumpang sari jauh lebih besar dibandingkan sistem monokultur konvensional.


Risiko Budidaya

Umumnya musuh semangka adalah lalat buah, kutu, dan tungau, dan penyakitnya adalah layu daun dan layu fusarium; dan penyakit yang umum menyerang kangkung dan bayam adalah karat putih daun dan rebah kecambah. Pencegahan dan penanggulangan dilakukan dengan menggunakan pestisida dan insektisida dengan dosis dan pada waktu yang tepat.Penggunaan sistem tumpang sari juga meminimalisir resiko total gagal panen akibat serangan hama, penyakit, dan fluktuasi harga