Prinsip Manajemen pada Sistem Tanaman Tumpang Sari

image

Tumpang sari merupakan sistem tanam yang sudah lama digunakan oleh petani Indonesia. Prinsip utamanya adalah memadukan dua tanaman untuk menjadi tanaman induk dan tanaman tumpang. Rotasi dua jenis tanaman dalam sistem tanam tumpang sari mampu mengoptimalkan pengolahan lahan dan meningkatkan hasil produksi. Seperti apa manajemen sistem tanam tumpang sari dan tanaman apa yang bisa dipadukan?


Prinsip manajemen tumpang sari 

Sistem tanam tumpang sari melekat pada beberapa prinsip manajemen. Manajemen keuangan yang berhubungan dengan masa panen, manajemen waktu yang berhubungan dengan masa tanam dan masa panen, pengaturan sumber daya alam, skala prioritas pada pemeliharaan tanaman, serta manajemen lahan dan bibit yang baik. Beberapa prinsip manajemen sistem tanam tumpang sari ini harus bisa Anda padukan agar pola tanam yang dilakukan berhasil dan menghasilkan panen berlimpah. 

Tumpang sari juga erat akan prinsip manajemen saling tumpang atau saling mendukung. Tanaman induk dan tanaman tumpang akan saling melengkapi dan mendukung siklus pertumbuhan satu sama lain. Hal ini merupakan prinsip dasar tumpang sari, di mana “tumpang” berarti pendamping dan “sari” adalah utama. Hubungan antara dua jenis tanaman saling melingkar dan melengkapi. Oleh sebab itu, manajemen hubungan timbal balik tanaman tumpang sari penting dipertimbangkan. 


Pola tanam tumpang sari

Prinsip dasar pola tanam tumpang sari menganut sistem saling mendukung dan melengkapi antar satu tanaman dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, pola tanam tumpang sari harus memperhatikan siklus hidup dan pertumbuhan tanaman yang ditumpangkan dan disarikan. Contohnya saja saat Anda memilih jagung dan kedelai sebagai tanaman tumpang sari. Kedua tanaman ini harus saling bisa menjadi tumpang dan sari untuk satu sama lain.

Begini contoh mudahnya. Tanaman jagung akan menjadi tanaman tumpang untuk kedelai saat jagung mengambil keuntungan dari kedelai sebagai sarinya. Daun kedelai yang rontok, akan menjadi humus dan menyuburkan jagung. Saat seperti ini, kedelai sebagai sari memberi manfaat untuk jagung. Sebaliknya, tanaman jagung akan menjadi sari untuk kedelai saat tanaman ini berfungsi sebagai pelindung kedelai dari hama. 


Kelebihan sistem tanam tumpang sari

Tumpang sari menjadi sistem tanam yang banyak dilakukan di Indonesia. Sudah sejak lama petani memanfaatkan tumpang sari sebagai metode tanam yang bisa memaksimalkan hasil produksi. Dalam satu kali masa tanam dan panen, Anda bisa mendapatkan beberapa kali panen dengan dua jenis tanaman yang berbeda. Tumpang sari juga dapat meningkatkan kesuburan tanah karena ada rotasi tanaman dalam satu waktu. 

Tak hanya sampai disitu, tumpang sari juga meminimalkan biaya produksi karena dua jenis tanaman ditanam di lahan yang sama. Dengan menanam dua jenis tanaman di lahan yang sama, Anda tidak perlu tenaga besar untuk perawatan, pemupukan, dan pengolahan lahan, karena semuanya dilakukan dalam satu waktu. 

Agar sistem tanam tumpang sari yang Anda lakukan berhasil, perhatikan kesesuaian lahan dengan tanaman, kondisi iklim, siklus hidup tanaman, jarak tanam, dan waktu tanam. Dengan demikian, Anda bisa menghasilkan panen yang lebih banyak dengan usaha yang minim. Selamat mencoba! 

Sumber: 

https://kumparan.com/techno-geek