Berinvestasi sambil melestarikan lingkungan

image

Apasih yang terlintas di pikiran Sanak Arco untuk memulai investasi?

“Buat modal masa depan”

“Cari tambahan uang buat beli mobil baru”

“Buat nambah-nambah modal nikah”


Boleh banget sih sebenernya. Setiap orang pasti punya alasan masing-masing saat memutuskan untuk mulai berinvestasi. Sebagian besar dari kita memilih untuk berinvestasi dengan alasan  memperoleh keuntungan yang nantinya bakal digunakan untuk berbagai tujuan. Tapi pernah kepikiran nggak sih berinvestasi sambil melestarikan lingkungan? Atau memperoleh keuntungan secara finansial sekaligus memberikan dampak postif bagi masyarakat? 

Emang bisa?

Dengan Impact Investing semua hal diatas mungkin sekali dicapai sekaligus. Impact Investing atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga investasi berdampak ini adalah jenis investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memberikan keuntungan finansial secara teratur dan transparan pada saat yang bersamaan. 

Pertama kali diperkenalkan oleh peneliti dari Center for Strategic and Internaional Studies (CSIS) Daniel F Runde, istilah Impact Investing sendiri pertama kali muncul dalam salah satu acara Rockfeller Foundation di tahun 2007.

Impact Investing adalah bagian dari industri yang tengah berkembang pesat, dimotori oleh para investor yang bertujuan untuk membangun lingkungan, sosial, dan masyarakat sekaligus memperoleh keuntungan secara finansial. Investasi semacam ini sekarang tengah digalakan di seluruh dunia dan tidak hanya terbatas pada satu kalangan masyarakat saja.

Pasar Impact Investing yang tengah bertumbuh sekarang fokus kepada sektor-sektor yang menjadi tantangan hapir di seluruh dunia seperti pertanian berkelanjutan atau suistainable agriculture, energi yang bisa diperbaharui, konservasi, termasuk penyediaan pelayanan dasar yang mudah diakses dan terjangkau seperti perumahan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Di Indonesia sendiri investasi berdampak masih sepi peminat, padahal mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. Seperti dilansir dari Mekar indonesia, potensi investasi berdapak di sektor energi mencapai hampir 65 triliun rupiah. Di sektor agribisnis dn perikanan angkanya mencapai 46 triliun rupiah. Kemudian sektor perairan mencapai hingga 31 triliun rupiah. Total ketiga seto tersebut mencapai angka 142 triliun rupiah. Angka yang sangat besar dan menjanjikan, namun sayangnya belum terlalu diperhatikan. Rendahnya minat investor dalam negeri untuk mencoba investasi berdampak salah satunya karena adanya anggapan bahwa peluang untung yang diterima rendah dibandikan dengan jenis investasi lainnya. Padahal, mmenurut Eddi Danusaputro CEO Mandiri Capital Indonesia, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar. Potensi keuntungan dari investasi berdampak dan berkelanjutan, menurut Eddi tetap besar, dan tak hanya menghasilkan keuntungan, tapi juga berdampak positif untuk lingkungan dan sosial.

Pelaku investasi berdampak ini datang dari berbagai kalangan dan jenis pekerjaan. Sanak Arco pasti tahu Facebook kan? Pendiri Facebook, bang Mark Zuckerberg adalah salah satu orang yang memilih untuk mengikuti investasi berdampak.

Sudah tahu kan apa itu investasi berdampak dan apa saja yang dapat diperoleh dengan mengikuti investasi berdampak? Kira-kira Sanak Arco ada yang tertarik buat ikut investasi berdampak nggak?

—DN